Picture Source : https://futuretrace.com/freelance-illustrator/

Everyone influences someone (Setiap orang mempengaruhi seseorang). Pengaruh adalah sesuatu yang menjadi kekuatan pendorong yang menghasilkan efek pada tindakan, perilaku, ataupun pendapat orang lain. Menjadi pengaruh tidak hanya di kehidupan maya saja, tetapi pastinya di kehidupan nyata juga.

Percayalah, setiap dari kita mampu menjadi pengaruh dimanapun kita berada atau ditempatkan. Tidak terkecuali dengan orang-orang berkarakter introvert. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa orang yang paling introvert sekalipun dapat mempengaruhi 10.000 orang semasa hidupnya.

Pengaruh kita akan semakin besar di tempat-tempat dimana kita paling banyak menginvestasikan waktu kita sehari-hari (contoh : kantor, universitas, ataupun rumah). Bayangkan saja, contoh pada satu hari kita berada di kantor selama 8 jam, maka sudah berapa orang kah yang sudah kita pengaruhi selama seminggu penuh?

Jadi, bagaimanakah caranya untuk menjadi pengaruh positif bagi lingkungan kita?

  1. Pengaruhi diri sendiri terlebih dahulu. Kita harus mengisi diri kita sendiri dengan pengetahuan akan Firman Tuhan, bergabung dengan komunitas-komunitas yang positif dan membangun diri kita (contoh : persekutuan dengan teman-teman seiman, pusat pelatihan & pengembangan keterampilan). Kita juga harus memilih & memastikan bahwa kita berada di komunitas yang berisikan orang-orang yang dapat memberikan dukungan positif & membawa kita kepada kebiasaan-kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33)
  2. Bagikan terang anda. Masing-masing dari kita adalah terang yang berfungsi untuk menerangi kegelapan dunia. Sia-sia saja jika kita menjadi terang di tempat yang terang. Contoh : berbuat baik hanya ketika kita di gereja atau pelayanan. Padahal, justru yang lebih membutuhkan terang kita adalah orang-orang di sekitar kita yang belum mengetahui kebenaran Injil (Matius 5:16). Selain itu, terang juga berfungsi untuk menuntun jalan di tengah kegelapan. Oleh karena itu, kita harus menuntun orang-orang terdekat kita yang sedang membutuhkan pertolongan/penghiburan dengan tindakan kasih atau perkataan yang positif. Mungkin bagi kita hal itu terlihat sepele, tapi kita tidak akan pernah menyangka seberapa besar efeknya bagi kehidupan orang lain. Praktekan lah kehidupan berkomunitas dan junjung kebersamaan yang membangun satu sama lain.
  3. Menjadi orang yang membawa pengaruh (1 Timotius 4:12). Tidak peduli apakah kita masih muda ataupun sudah lanjut usia, kita masih dapat menjadi orang yang membawa pengaruh untuk kehidupan orang lain dengan perkataan, tingkah laku, kasih, dan kesetiaan kita sebagai orang percaya. Gunakan sosial media sebagai wadah untuk menyebarkan Injil ataupun hal-hal yang membangun.
  4. Jangan berhenti (2 Korintus 4:8-10), meskipun terkadang ada beberapa orang di lingkungan kita yang kurang mendukung disaat kita ingin memberikan pengaruh positif. Tetaplah bertekun dalam melayani jiwa-jiwa yang membutuhkan atau orang-orang yang keras kepala. Carilah dukungan dari komunitas yang positif atau orang-orang terdekat kita.

Jadi, jangan pernah berpikir bahwa tidak ada yang memperhatikan atau mendengarkan anda, karena setiap kita mempunyai pengaruh di lingkungan kita. Berhati-hati dalam bertingkah laku, berkata-kata, ataupun mengunggah sesuatu pada media sosial kita karena bisa saja kita sedang mempengaruhi orang lain.

Renungan :

  • Dimanakah anda banyak menginvestasikan waktu anda sehari-hari?
  • Hal-hal apakah yang anda dapat lakukan untuk menjadi pengaruh positif di tempat tersebut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here