Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri (Amsal 14:1)
Wanita,… sudahkah kita menjadi sumber kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga kita,…?
Banyak cerita yang menggambarkan seorang wanita yang membawa keributan rumah tangga, sumber keterpurukan rumah tangga, ataupun wanita yang senang bergosip yang menjadi bumerang rumah tangganya sendiri.
Bacaan kita hari ini bercerita tentang Abigail, seorang perempuan yang bijak. Sekalipun menikah dengan seorang yang kasar dan jahat, namun Abigail tidak terpengaruh karakter buruk itu dan tetap menjaga hatinya. Pada waktunya, kebijaksaannya terbukti tidak hanya menyelamatkan nyawanya sendiri, tetapi juga seluruh isi rumahnya. Abigail mampu membawa damai dan kebahagiaan bagi seisi rumahnya, sekalipun ia berada dalam kondisi yang sulit.
Sebagai seorang wanita, ayat di atas membuat kita harus berpikir. Selama ini,… apakah kita sudah “membangun” rumah kita dengan membawa kedamaian dan kebahagiaan, atau malah meruntuhkannya dengan tangan kita sendiri? Dengan cara apa kita membangun atau meruntuhkan rumah kita?
Salah satunya adalah lewat perkataan. Kita dapat membangun dan menguatkan orang dengan mengucapkan kata-kata yang baik, dengan memberikan pujian yang tulus serta ayat-ayat firman Tuhan.
Namun, kita juga dapat menjatuhkan banyak orang lewat gosip, keluhan, omelan, juga pernyataan-pernyataan yang negatif. Bahkan meski kita ada dalam kondisi yang sulit, kita tak perlu menjadikannya alasan untuk mengeluarkan kata-kata yang meruntuhkan. Justru dalam kondisi sulitlah, peran wanita sebagai pembawa kebahagiaan sangat dibutuhkan. Manakah yang akan kita pilih hari ini? Perkataan yang membangun atau yang meruntuhkan?
PILIHLAH SELALU KATA-KATA YANG MEMBAWA BERKAT, YANG DAPAT MEMBANGUN ORANG DI SEKELILING KITA.
Tags: KEBAHAGIAAN, Renungan Harian Wanita, Wanita, WANITA PEMBAWA KEBAHAGIAAN



Leave a Reply